LIMBANGAN, Kota PANCASILA

Limbangan kota pancasila. Kalau Corporate Social Responsibility kini bagi dunia pengusaha dan pemerintah masih berstatus diperdebatkan, maka eksponen2 masyarakat pejuang 45 seperti dari Forum Komunikasi Keluarga Besar Siliwangi dipimpin oleh Bapak MayJen TNI (Purn) Drs KPH Herman Sarens Soediro, ex Tentara Pelajar Garut, justru telah berunjukkerja dalam rangka Community Social Responsibility, antara lain napak tilas substansi Pancasila di kota kecamatan Limbangan, kabupaten Garut pada tanggal 21 Juli 2007 sekaligus peringatan awal daripada perang rakyat semesta guna perlawanan terhadap upaya2 penjajahan kembali oleh Belanda dalam perioda Perang Kemerdekaan Ke-1 (60 tahun yang lalu).


Dikatakan substansi Pancasila, karena tidak pelak lagi, dari napak tilas itu ditemukan ikhwal Lima Bangunan Utama dari Raja Susuktunggal, Galuh Pakuan Sunda (1345 M) yang terdiri dari (1) Bimaresi, (2) Puntadewa, (3) Narayana, (4) Madura dan (5) Suradipati yang masing2 sesungguhnya dapat dimaknai sebagai perihal (1) Ketuhanan, (2) Persatuan, (3) Kemanusiaan, (4) Kerakyatan dan (5) Keadilan.

Galuh Pakuan Sunda ini pada tahun 1545 M bergeser menjadi Limbangan, dengan kata lain Lima Bangunan Utama tersebut diatas lantas diusung oleh Limbangan (yang sangat boleh jadi bernama demikian sebagai dinamika Lima Bangunan Utama itu).

Bilamana temuan sejarah tersebut diatas kemudian mendapatkan pembenaran ilmiah melalui kajian akademis, maka sungguh dapat dipahami mengapa Bapak Bangsa Indonesia, Ir Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 di Jakarta justru menggunakan istilah penggali Pancasila, bukan pencipta Pancasila.

Lebih lanjut, dengan temuan ini, paling tidak bertambah lagi khazanah monumentasi Bangsa Indonesia , yaitu selain dikenali Gedung Pancasila di Jl. Pejambon, Jakarta Pusat, juga kelak Kota Pancasila di kecamatan Limbangan, kabupaten Garut, propinsi Jawa Barat.

Kehadiran sosok Limbangan Kota Pancasila, kelak, sedikit banyak akan mendorong dinamika bina Negara bangsa dan karakter bangsa Indonesia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945, apalagi dari catatan sejarah, sosok2 warga kesatuan bersenjata Siliwangi itu telah terbukti memberikan andil yang besar bagi kiprah persatuan bangsa Indonesia melalui operasi2 militer berskala nasional yang diakui sebagai berkarakter Ketuhanan, Kemanusiaan, Kerakyatan dan Keadilan di seluruh wilayah NKRI, bahkan berskala internasional ketika bertugas dibawah naungan PBB.

Jakarta, 22 Juli 2007 Pandji R. Hadinoto / KaDep Politik & Hukum, DHN Kejuangan 45 Jl. Menteng Raya 31, Jakarta Pusat 10340, eMail : [EMAIL PROTECTED]


kumpulan tips kesehatan Mengatasi penyakit batuk (1)Mengatasi sakit gigi (1)Mengobati Keputihan (1)Mengobati sakit mata (1)Obat Tradisional Gatal-gatal (1)Penyebab Bisul - Cara Mengobati Bisul (1)Penyebab penyakit sariawan (1)Rumah puisi sdn 2 sukamerang

Posting Komentar

Entri Populer