Syekh Siti Jenar

Syekh Siti Jenar mempunyai banyak nama Antara lain, Sitibrit,Lemah abang, Lemahbang,beliau adalah seorang sufi. Tidak ada yg mengetahui sejara jelas asal-usulnya. Ada yg menganggap beliau adalah seorang intelek muslim yg telah mendapatkan esensi Islam,tetapi ada jg yg menganggap ajaran beliau adalah sesat. Meski demikian ajaran beliau yg sangat mulia adalah tentang budi pekerti. Syekh Siti Jenar mengembangkan mengajarkan pada murid2 dan masyarakat pada waktu itu dengan ajaran Sufi yg bertentangan dengan ajaran para wali songgo yang lebih menekankan Syariah.


KONSEP DAN AJARAN

Ajaran beliau yang paling kontroversial adalah tentang Hidup, Mati, Tuhan dan kebebasan. Menurut ajaran beliau kehidupan dunia adalah kematian sedangkan kehidupan yang Hakiki dan Abadi dimulai ketika manusia telah meninggalkan dunia.
Syekh Siti Jenar membagi tentang ketauhidan dengan 4 tahap:

1.SYARIAT dengan menjalankan hukum-hukum Agama yaitu Sholat, Puasa, Zakat dll dan menjauhi larangan AllahSWT.

2. TAREKAT dengan amalan seperti wirid, zikir alam waktu dan hitungan tertentu dan awasi oleh seorang guru yg mursyid.

3. HAKEKAT, Dimana hakekat dari manusia dan kesejatian akan di temukan apabila mejalan dengan sungguh2 kedua amalan di atas.

4.MA'RIFAT, Kenal dan Cinta kepada Allah SWTdengan makna yang seluas-luasnya.

Apabila seseorang telah masuk pada tahap diatasnya tahap yang dibawahnya tidaklah boleh ditingalkan.

Ajaran Tasawuf ini oleh ulama pada masa itu tidaklah dimenggerti, ilmu yang baru difahami setelah ratusan tahun setelah beliau wafat. Para ulama (wali songgo) khawatir adanya kesalahan pahaman pada masyarakat dimana pada saat itu Islam diampaikan dan diajarkan pada tinggkatan Syariat, sedangkan Beliau telah sampai tahap hakekat bahkan ma'rifat sehingga untuk membendung ajaran yang mulai berkembang pada saat itu hanya ada satu kata yaitu SESAT. 

Beliau jg mengajarkan dalam beribadah seseorang harus ikhlas dan bukan mengharapkan masuk syurga atau karena takut neraka tetapi karena kecintaan kepada Allah SWT. Apabila seseorang beribadah karena hanya karena pahala maka menurut beliau belum dapat dikatakan seseorang itu beribadah dengan Ikhlas.

MANUGGALING KAWULA GUSTI

Para muridnya berpendapat bahwa beliau tidak pernah mengatakan dirinya tuhan atau bercampurnya tuhan dengan makhluknya, melainkan Tuhan adalah tempat kembalinya makhluk dengan demikian apabila manusia telah kembali dan bersatu dengan tuhannya. Dalam ajaran manunggaling kawula gusti adalah didalam diri manusia terdapat tuh tuhan sesuai dengan ayat " sesungguhnya aku menciptakan manusia dari tanah. maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya dan ku tiupkan ruh ku, maka hendaklah kamu( Malaikat dan iblis) tersungkur dan bersujud kepadanya ( manusia)" shaad ;72-72
dengan demikian manusia akan menyatu dengan ruh tuhan ketika penyembahan terhadap tuhan terjadi.

PENGERTIAN ZANDHAB

Zandhab atau kegilaan berlebihan terhadap ila atau Allah. Mereka belajar tenetang bagaimana Allah bekerja, sehingga ketika keinginannya sudah lebur terhaap kehendak Allah yg ada dalam pikirannya hanyalah Allah......... Allah........Allah ......... dan Allah semata dan segala sesuatu atas kehendak Allah. Setipa kejadian terhadap hamba inilah adalah karena kehendak Allah dan ini yang dibahayakan karena apabila tiak ada guru yang mursyid yang berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadist maka hamba ini akan keluar dari aturan yang telah ditetapkan Allah untuk manusia, karena hamba ini akan terpengaruh setan karena makn tinggi ilmu seseprang maka makin tinggi pula seten yang menggodanya.

HAMAMAYU HAYUNING BAWANA

Prinsip ini berarti memakmurkan bumi sesuai dengan pesan Islam yaitu Rahmatan lil Alamin. Seseorang dianggap belumlah muslim apabila belum memberikan manfaat pada lingkungannya.

KONTROVERSI SEPUTAR SYEKH SITI JENAR

Ajarannya telah membuat gelisah pejabat kerajaan Demak Bintoro. Dari sisi kekuasaan kerajaan khawatir ajaran ini menimbulkan pemberontakan karena salah satu muridnya yaitu Ki Ageng Pengging/Ki Kebo Kenanga keturunan elit kerajaan Majapahit. 

Dari sisi agama wali songo yang menopang kerajaan Demak khawatir ajaran ini terus berkembang sehingga dianggap menybarkan kesesatan dikalangaan masyarakat awam. Para Wali Songo dan pihak kerajaan menjatuhkan hukuman mati dengan tuduhan telah membakang kepada kerajaam Demak yang dipimpin oleh Sri Nerendra maka berangkatlah lima wali kedesa krendrasaw yaitu, Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Gesang, Pangeran Modang. setelah terjadi adu ilmu agama islam dan Kesaktian maka tidak ada yang kalah atau menang sehingga Syekh Siti Jenar mengatakan bahwa mereka tidak perlu repot-repot membunuhnya karena beliau dapat meminum air kehidupan(tirta marta) sendiri. 

Ia dapat menjelang kehidupan yang hakiki jika ia memang ada budinya, tak lama terbujurlah jenazah beliu dihadapan kelima wali .Sedangkan menurut versi yang lain setelah melepaskan seluruh ilmunya beliaupun mati dipanjung oleh Sunan Kalijaga dan versi yang lain mengatakan Beliau meninggal ketika kelemahannya yaitu pada siku tertusuk ketika bertarung dengan kelima utusan kerajaaan demak.

terdapat kisah yang menyebutkan ketika jenazah beliau disemayamkan dimesjid demak menjelang sholat isya semerbak beribu bunga dan cahaya yang memancar dari jenazah beliau.
Posting Komentar

Entri Populer